Rabu, September 28, 2022
Covid-19

Tiga Wabah Masih Menghantui, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

SUARABBC.COM, Dompu – Masyarakat Dompu hingga kini belum bisa hidup tenang, pasalnya 3 wabah mematikan masih menghantui mereka.

Setelah dilanda kejadian luar biasa virus rabies sejak 2019, diikuti wabah demam berdarah. Kini, warga Dompu harus menghadapi dahsyatnya serangan covid-19, sebuah virus misterius yang mematikan, dan kini belum ditemukan vaksinnya.

Data Dikes Dompu menyebutkan, gigitan rabies melalui hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, sudah memakan korban sekitar 2146 orang sejak 2019, dan korban meninggal sebanyak 15 orang. Terbanyak ditemukan di Kecamatan Pekat dengan jumlah korban 469 orang, kemudian disusul Kecamatan Kempo 405 gigitan, dan terakhir Kecamatan Manggelewa 309 orang.

Terbaru per April 2020, jatuh korban akibat rabies sebanyak 8 orang. Kendati masih ada jumlah gigitan, namun siklusnya menurun, jelas Rahmat, S.KM., Kabid Pencegahan, Pengendalian penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Selasa, 21 April 2020.

Sejauh ini, pihaknya masih terus melakukan sosialisasi, membangun kesadaran masyarakat agar terus waspada terhadap HPR, dan segera melaporkan ke pelayanan kesehatan terdekat jika terkena gigitan. “Persediaan vaksin saat ini masih banyak. Intinya semua sarana kesehatan siap melayani,” kata Rahmat.

Baca juga :   FUI Dompu Beri Bantuan Kepada Keluarga JT yang Dikarantina

Kemudian wabah demam berdarah masih membayangi. Walaupun jumlahnya tidak fantastis baru bertengger pada angka 71 orang dari Januari 2020. Sejauh ini belum ada penambahan, dan tidak ditemukan korban meninggal dunia. Walupun belum ada korban jiwa, namun warga diminta waspada oleh pemerintah.

Dari 71 orang itu tersebar di Kecamatan Dompu, Woja, Pajo, dan Kempo. Terbanyak di Dompu dan Kecamatan Woja, sedangkan Kecamatan Pekat dan Manggelewa tidak ada kasus.

Dan kondisi masyarakat yang masih dirawat akibat DBD terdapat 1 pasien di Puskesmas Pajo, 1 pasien di Puskesmas Kempo, di RSUD masih dirawat 5 orang dari 35 pasien.

Saat ini yang sudah dilakukan pemerintah untuk mengurangi wabah yaitu penyuluhan 3M, abatesasi dan fogging.

Rahmat pun mengingatkan pada saat transisi musim masyarakat harus tingkatkan kewaspadaan.

Terakhir corona covid-19 dalam ancaman. Kabupaten Dompu yang awalnya masuk zona hijau sekarang sudah berubah menjadi zona merah pasca meninggalnya 1 orang positif dari Jama’ah Tabligh cluster Gowa, alumni Ijtima’ Ulama se Asia, Maret lalu.

Baca juga :   Dedikasi tanpa batas : Cerita Kapolsek Pekat harus menerobos hingga kepelosok Gunung Tambora

Update terbaru gugus tugas penanganan covid-19 Dompu menyebutkan, hasil rapid test menunjukan sebanyak 75 orang reaktif covid-19 tersebar di 8 Kecamatan, sementara non reaktif 58 orang tersebar di 7 Kecamatan.

Dari angka diatas, tim gugus sudah mengupayakan tes swab atau pemeriksaan PCR sejumlah 61 orang, dengan rincian 56 orang dari Jama’ah Tabligh cluter Gowa, 4 orang kontak erat yaitu keluarga almarhum pasien positif, dan 1 orang tenaga kesehatan yang pernah memberikan perawatan kepada pasien positif corona sebelum diisolasi.

Sementara yang sedang di karantina ada 70 orang dari Jama’ah Tabligh berasal dari cluster Gowa. Mereka di karantina di RS Pratama sebanyak 55 orang, dan di Puskesmas Calabai 15 orang. Satu orang lainnya tenaga kesshatan di rumah dinas Sekda. (pi).

Related Posts

You cannot copy content of this page