Rabu, September 28, 2022
Uncategori

PAN Dompu Harus Keluar Dari “Kamar Duka”

Partai Amanat Nasioanal (PAN) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat dalam pemilu legislatif April 2019 lalu, hanya mampu meraih 1 kursi, dari total 30 kursi di DPRD Dompu. Padahal di Pemilu 2014 silam, PAN mencetak rekor cemerlang menjadi partai pemenang Pemilu, sekaligus meraih 4 kursi DPRD.

Semuanya kaget akibat merosotnya perolehan kursi PAN tersebut. Kader tidak masuk akal diterjang badai seperti itu. Masyarakat pun tidak menyangka nasib PAN bisa semalang itu.

Menurunnya perolehan suara dan kursi dinilai sebuah kegagalan didalam pengelolaan organisasi politik. Kegagalan itu dipengaruhi faktor eksternal dan internal. Sangat wajar ada penilaian seperti itu, sekaligus harus menjadi catatan emas didalam pengelolaan organisasi agar lebih baik kedepan.

PAN tidak boleh terlalu lama larut dalam kedukaan, harus keluar dari zona merah. Patah semangat apalagi mundur dari kontestasi politik harus diposisikan sebagai aib. Kalau tidak, selamat tinggal PAN di bumi Nggahi Rawi Pahu.

Politisi harus bisa meraih dan memanfaatkan setiap momentum yang ada terutama momentum politik. Bila perlu momentum harus dibuat agar mendapatkan tempat yang layak.

Kalau tidak ada kendala, 23 September 2020 akan diadakan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Dompu untuk periode 2021-2026. Kesempatan emas tersebut harus diraih, walaupun hanya bermodalkan satu kursi, tetapi PAN masih bisa bergerilia membuat posisi tawar.

Bekal satu kursi tidak cukup untuk mengusung calon, karena persyaratan mengharuskan minimal 20 persen dari total jumlah kursi DPRD (minimal 6 kursi baru bisa mengusul calon) atau 25 persen dari suara Pemilu sah. Namun, PAN masih bisa mengepakkan sayapnya, karena PAN memiliki kader yang mumpuni dan potensial untuk bertarung dan meraih kursi Bupati atau Wabup.

Ada dua kader PAN yang layak dijual sekaligus bisa diterima oleh masyarakat Dompu. Mereka adalah Ika Rizky Veryani (Chika) dan Abdul Kader Jaelani (Abi Jio).

Baca juga :   Melamar ke PDIP Untuk Cabup, Kepala Dikpora Dompu Labrak PP 42?

Jika serius ingin tampil di 2020, banyak kelebihan yang dimiliki Chika yang layak dijual dan mampu meraih simpati publik. Sebut saja, dia salah satu perempuan sekaligus pengusaha sukses yang tampil perdana selama musim Pilkada langsung di Dompu. Ini satu poin tersendiri yang bisa diandalkan apalagi terhadap pemilih perempuan. Paras yang cantik apalagi, semakin menjadi magnet bahwa Chika akan menjadi primadona dan akan banyak dipilih oleh masyarakat terutama pemilih perempuan yang jumlahnya sekitar 80.959, dari jumlah DPT 160.768. Selain itu, pemilih perempuan memiliki kedekatan psilogis/emosional sesama kaum hawa.

Dari sepak terjang politik, Cika adalah pemain orang baru, kendati demikian saat Pemilu kemarin dia mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Provinsi NTB. Suara yang berhasil diraih lebih kurang 7 ribu. Perolehan yang cukup signifikan bagi pendatang baru apalagi calon Provinsi.

Biaya politik yang besar dalam Pilkada adalah final, dan tidak bisa dihindari, bisa mencapai puluhan miliar. Potensi yang dimiliki Chika sebagai pengusaha sukses tentunya bisa memenuhi besarnya rupiah tersebut sebagai modal pemenangan.

Lalu, kemampuan sumber daya manusia dari aspek kecakapan komunikasi public, mental, dan wawasan adalah hal yang bisa diandalakannya ketika Chika tampil ditengah masyarakat dalam mensosialisasikan dirinya. Dia memilikinya karena pergaulannya yang luas, dan pengusaha sukses yang berjibaku dengan karyawan dan pihak luar. Namun, sedikit menjadi kendala jika terpilih karena Chika tidak memiliki pengalaman didalam pemerintahan.

Kemudian, hal lain yang bisa diandalkan dari Chika adalah, kalau Bupati Dompu H. Bambang M. Yasin (HBY) mendukung penuh keponakannya tersebut, tanpa bermaksud mendahului takdir, maka Chika memiliki kans besar untuk menang. Karena, saat Pilkada berlangsung HBY masih berkuasa, artinya mesin politik bisa maksimal dijalankan.

Terakhir, yang bisa mengantarkan Chika sukses meraih kursi orang nomor satu atau nomor dua, Chika harus melanjutkan program emas HBY dibidang pertanian terutama Jagung, karena pemilih di Dompu didominasi oleh para petani dan mereka sukses berkah dari menanam Jagung.

Baca juga :   Profil Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) PN Dompu - NTB

Abi Jio yang selama ini santer disebut-sebut akan maju dalam Pilkada Dompu adalah kader potensial yang dimiliki DPD PAN Dompu. Dia adalah kontraktor sukses, sekaligus politisi yang layak dipromosi dalam Pilkada mendatang.

Begitu familiarnya, jika orang menyebut Bolly yang merupakan pusat perbelanjaan besar di Dompu, pasti orang langsung menyematkan namanya menjadi Abi Jio Bolly atau Kade Bolly. Karena orang tau Bolly milik Abi Jio.

Sebagai kontraktor sukses, sumber daya finansial yang dimiliki Abi Jio sebagai cost politic sangat bisa diandalkan, apalagi karakternya adalah petarung dalam politik dan berani berkorban dalam jumlah yang besar.

Figur lainnya yang dimiliki PAN adalah Iwan Kurniawan. Dia adalah senior PAN di Dompu, dan pernah menjadi Wakil Ketua DPRD Dompu.

Nama Iwan masih dikenal ditengah masyarakat, kepiwaiannya dalam berpolitik tak bisa diragukan.

Selama di DPRD Dompu, Iwan menjadi salah satu public figur diantara anggota lainnya.  

Saat ini, Iwan merambah dunia usaha perhotelan dan usaha lainnya, dan terbilang cukup sukses.

Kapasitas Iwan dari segala lini untuk memimpin Dompu bisa diandalkan, apalagi pengalamannya menjadi anggota DPRD Dompu 2 periode dan Wakil Ketua DPRD Dompu.

Yang tak kalah pentingnya, kader PAN Yuliadin Bucek salah satu kader yang bisa didorong untuk maju dalam Pilkada. Saat ini Bucek menjabat sebagai Ketua DPRD Dompu.  

Untuk menjadi Bupati ataupun Wakil Bupati, Bucek memiliki kemampuan, pengalaman sebagai Ketua DPRD, mantan wartawan dan pernah giat dalam dunia LSM.

Bucek dan Iwan, dua figur PAN yang jika tampil, maka memiliki peluang untuk menang.   

Keempatnya merupakan figur PAN yang layak dijual dan masih mendapatkan tempat di masyarakat. Mereka bisa tampil sebagai calon Bupati atau calon Wabup.

Dan mereka sekaligus menjadi rumus bagi PAN Dompu untuk keluar dari kamar duka akibat perolehan kursi yang terjun bebas saat Pileg. Namun, PAN tidak boleh salah langkah!.  

Related Posts

You cannot copy content of this page