Selasa, September 27, 2022
Headline

Kakek di Dompu ikat dulu cucunya yang masih SD baru dicabuli

EDITOR, Dompu – Kakek AS (62 tahun) di Dompu, Nusa Tenggara Barat mencabuli D (13 tahun), pelajar Sekolah Dasar. Korban bukan orang lain tapi cucu dia sendiri.

Tragisnya, aksi bejat si kakek dilakukan di rumahnya Dusun Ganta, Desa Jala, Kecamatan Hu’u, dimana korban diikat dulu baru disetubuhi.

Paur humas Polres Dompu AIPTU Hujaifah Senin, 5 Oktober 2020 menjelaskan seperti yang dikisahkan korban, pada bulan Maret 2019 sekitar pukul 14.30 Wita sepulang dari sekolah, saat itu dirinya sedang tidur siang dirumahnya tiba-tiba tersadar (bangun dari tidur) karena merasakan payudara dan kelaminnya diraba dan diremas.

Sebelum melampiaskan nafsunya, ternyata tangan korban diikat terlebih dahulu dengan tali dan yang membuatnya sangat terkejut melihat AS berdiri disisinya dalam keadaan telanjang.

Korban seketika berontak namun tak berdaya karena tangan diikat, ditambah lagi pelaku mengancam akan membunuhnya jika ia berteriak dan menceritakan pada orang lain.

“Karena diikat dan dibawah ancaman, korban merasa takut dan pasrah sembari menangis dengan pelan,” cerita Hujaifah.

Ketidakberdayaaan dan rasa takut korban dimanfaatkan pelaku untuk menggerayangi korban. Pelaku sedikitpun tidak menggubris dan merasa iba atas isak tangis korban yang merasa takut dan kesakitan, AS terus saja menyetubuhi korban yang saat itu masih duduk di bangku kelas VI Sekolah Dasar.

Baca juga :   Pelaku adegan ranjang di RSUD Dompu Polisi, di kamar 06

Merasa bisa menaklukan korban dalam insiden pertama, pelaku sering mengulang perbuatannya. Namun kejadian selanjutnya korban tidak diikat hanya dengan ajakan dan ancaman akan dipukuli/dibunuh. Korban mengajaknya pada siang hari ketika rumah dalam keadaan sepi dan memastikan isterinya (nenek korban) pergi ke ladang.

Masih Hujaifah, tak tahan dengan perlakuan AS yang kerap mengulang perbuatannya, korban pernah menceritakan hal tersebut pada waktu yang berbeda kepada nenek dan bibinya.

Namun cerita korban tidak dipercaya. Keduanya malah menilai itu fitnah. “Jangan ngomong begitu, takut jadi fitnah. Kalau diketahui oleh paman-paman kamu nanti, mereka bisa ngamuk dan membunuh kakek mu,”.

Seiring berjalannya waktu, cerita tersebut rupanya terendus oleh pihak keluarga dari ibu korban. Mereka kemudian menanyakan ke bibi dan nenek korban. Keduanya membenarkan bahwa korban pernah cerita hal itu. Selanjutnya pihak keluarga menanyakan ke korban, lalu korban membeberkan ihwal bejat sang kakek yang sudah menyetubuhinya berulang kali dan bahkan sudah tidak ingat berapa kali.

Baca juga :   Bapak ini Cabuli Anak Kandung Berumur 3 Tahun

Mengetahui hal tersebut pihak keluarga melaporkan ke Mapolres Dompu. Merespon laporan pihak keluarga korban, Kasat Reskrim Polres Dompu IPTU Ivan Roland Cristofel memerintahkan kepada penyidik segera memeriksa saksi- saksi.

Setelah tercukupinya bukti dari hasil pemeriksaan saksi termasuk saksi korban, selanjutnya pelaku ditangkap di rumahnya, dan saat ini diamankan di Polres Dompu seraya menunggu pembuktian lebih lanjut dari hasil penyidikan.

Atas perbuatan yang dipersangkakan kepadanya, pelaku dijerat dengan pasal 76D jo pasal 81 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 76E jo Pasal 82 (1) UURI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ncaman hukuman 15 tahun Penjara dan denda Rp.1.000.000.000 (satu miliar rupiah).

Korban merupakan anak semata wayang dari pasangan ZL dan PR, namun keduanya bercerai saat korban berusia satu tahun.

Pasca perceraian itu ibu korban memutuskan untuk bekerja ke luar negeri sebagai TKW, sementara korban tinggal bersama orang tua dari ibunya.

Saat berusia 9 tahun, korban diambil bapaknya untuk diasuh oleh neneknya.

Dalam asuhan neneknya, korban tinggal serumah dengan pelaku, karena pelaku merupakan suami kedua dari nenek korban.

Related Posts

You cannot copy content of this page