Minggu, November 27, 2022
Pendidikan

Dandim 1614 Jadi Guru Kebangsaan di SMA 1 Dompu

SUARABBC, Dompu – Komandan Distrik Militer 1614/Dompu, Nusa Tenggara Barat, Letnan Kolonel CZI Arief Hadiyanto, S.IP., hadir ditengah tengah siswa baru SMA Negeri 1 Dompu menjadi guru.

Kehadiran Arief pada kegiatan wawasan kebangsaan dalam rangka kegiatan pengenalan lingkungan sekolah (PLS) di wilayah Kodim 1614/Dompu, pada Senin, 15 Juli 2019, guna menyampaikan materi kebangsaan tentang cinta tanah air dan Bhineka Tunggal Ika.

Mengawali ceramahnya, Arief menyampaikan, cinta tanah air atau cinta terhadap bangsa dan Negara maksudnya, apapun yang diinginkan oleh Negara ini harus dilaksanakan demi keutuhan, kemajuan dan tegaknya  NKRI.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang unik secara kelahirannya, karena lahirnya bangsa Indonesia berbeda dengan lahirnya bangsa bangsa di dunia. Perbedaannya adalah, bangsa bangsa yang berdiri di dunia ini lahir karena kesamaan. Dicontohkannya, Perancis bisa berdiri karena orangnya sama dan bahasanya sama sehingga membentuk Negara Perancis.

Begitu juga kerajaan Inggris berdiri, semuanya hampir berbahasa Inggris. Cina lahir karena kesamaan, kesamaan bentuk fisik, warnanya kulitnya sama, bentuknya sama dan bahasanya juga sama.

Baca juga :   Selayang Pandang TMMD ke-104 Kodim 1614/Dompu

Demikian juga dengan Jepang, ciri fisik, warna kulit, bahasa dan lainnya sama, sehingga mereka bisa berdiri. Lain halnya dengan Indonesia, lahir dan berdiri diatas perbedaan suku bangsa, bahasa, warna kulit, bentuk rambut, bentuk mata, perbedaan agama, dan ciri ciri fisik yang berbeda yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.

Para siswa yang baru masuk SMA Negeri 1 Dompu tahun ajaran 2019/2020 antusias dan serius mendengarkan ceramah kebangsaan dari Dandim Dompu Letkol Arief Hadiyanto, S.IP. (Foto ; my).

“Negara dan bangsa bangsa di dunia mereka berdiri karena kesamaannya, sedangkan Negara kita Indonesia berdiri karena berbeda. Karena kebhinekaan menjadi satu Negara, NKRI,” katanya.

Contoh kecil, di pulau Sumbawa ada Bima, Dompu, dan Sumbawa, walaupun berbeda namun tetap satu kesatuan NKRI.

Membela tanah air dan cinta tanah air tidak hanya semata mata dilaksanakan dengan mengangkat senjata, berperang melawan musuh.  

Banyak sekali yang dapat dilaksanakan bentuk kecintaan tanah air, misalnya dengan yang baik di sekolah, menghormati orang tua, dan menghormati guru, itu adalah salah satu dari cinta tanah air dan bangsa.

Baca juga :   TNI/Polri jamin keamanan debat Pilkada Dompu - tanpa pelanggaran prokes

Kegiatan yang bertempat di Aula itu, Dandim mengingatkan, “Kepala sekolah dan guru guru disini adalah orang tua, hormati mereka. Apa yang mereka sampaikan jalankan, Insha Allah adik adik akan dapat berkembang disini, dan tentunya nanti kedepannya akan berguna bagi masa depan adik semuanya,”.

Dirinya juga berpesan, “Jadilah diri adik adik sendiri masing masing, tidak usah ikutan orang lain. Belajar dengan tekun, karena itu adalah salah satu dari rasa cinta tanah air, yang kedepannya akan menjadi suatu bela Negara. Tentunya kedepan tidak hanya adik adik mengangkat senjata. Dengan adik adik menjadi dokter, menjadi olah ragawan, atau menjadi insinyur, atau menjadi kepala sekolah, apalagi menjadi guru, itu adalah bentuk cinta tanah air yang sangat luas, sangat besar maknanya untuk kebesaran Negara ini,”.  

Kemudian “Bercita citalah setinggi langit, adik adik jangan pernah takut bermimpi. Bila tidak dapat meraih langit, minimal adik adik jatuh diantara bintang bintang,”.

“Jangan pernah takut bermimpi, karena kita akan bisa berjalan, bisa sampai tujuan karena kita punya mimpi,” pesan alumnus Akabri itu.

Para siswa dengan serius mendengarkan materi yang disampaikan Dandim. (my).  

Related Posts

You cannot copy content of this page