Rabu, Agustus 17, 2022
Pendidikan

Akhir Manis Program Sekolah Literasi Indonesia

SUARABBC, Dompu – Hari Selasa, 13 Agustus 2019, program Sekolah Literasi Indonesia (SLI) yang merupakan program kemitraan antara INOVASI, Dompet Dhuafa dan Pemerintah Kabupaten Dompu, di Kabupaten Dompu telah resmi berakhir.

Program Sekolah Literasi Indonesia  ini bekerja untuk meningkatkan kemandirian dan performa sekolah berbasis literasi di Dompu. Total ada sepuluh sekolah dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang selama ini menjadi dampingan dari program. Kesemua sekolah itu berada di Kecamatan Hu’u.

Acara penutupan berlangsung di aula SDN 05 Hu’u, salah satu sekolah yang menjadi dampingan program SLI.

Para fasilitator dari INOVASI sedang menyusun bahan ajar untuk sekolah literasi Indonesia, Kabupaten Dompu NTB. (Foto ; INOVASI).

Hadir pada acara ini sekretaris UPTD Kecamatan Hu’u Abdul Asyikin yang mewakili  mewakili Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Dompu, tim INOVASI,  tim Dompet Dhuafa serta para kepala sekolah dari sekolah-sekolah dampingan.

Baca juga :   Banyak problem, Bupati Dompu putuskan luring ketimbang daring

Pada saat membawakan sambutan, Abdul Asyikin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaannya kepada program SLI seraya berharap agar program-program semacam ini bisa terus berlanjut, khususnya di Kecamatan Hu’u.

Sementara itu, manajer INOVASI NTB dalam sambutan yang dibacakan oleh Fasilitator Kabupaten Dompu INOVASI Ramadhoan, SE., MM,  menyampaikan harapannya agar semua hal baik dan capaian yang sudah ada bisa diperluas. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah melalui pengaktifkan Kelompok Kerja Guru (KKG).

Pada acara tersebut, tim Fasilitator Daerah SLI Dompet Dhuafa memaparkan beberapa capaian yang sudah dihasilkan oleh program SLI ini setelah berjalan selama 12 bulan.

Tim fasilitator dari INOVASI sedang menyusun bahan ajar untuk program sekolah literasi Indonesia, Kabupaten Dompu NTB. (Foto ; INOVASI).

Hasil pengukuran akhir performa sekolah yang dilakukan oleh tim Dompet Dhuafa menunjukkan bahwa semua sekolah dampingan mengalami peningkatan dari pengukuran yang dilakukan di awal program dulu. Pengukuran tingkat literasi siswa juga menunjukkan peningkatan yang positif.

Baca juga :   Sosialisasi dan Pembinaan PKBM se-Kabupaten Dompu

Cerita baik dari pelaksanaan program SLI ini juga datang dari Kepala Sekolah MI Miftahul Jannah Usman saat mempresentasikan berbagai perubahan yang sudah terjadi di sekolahnya selama menjadi dampingan.

Mewakili sekolah-sekolah yang selama ini menjadi dampingan, Usman menyampaikan harapannya agar program semacam ini bisa dipertahankan di masa mendatang. (Rm).

Related Posts

You cannot copy content of this page