Minggu, November 27, 2022
Advertorial

Pansus DPRD Gelar Dialog dengan PT AWB

SUARABBC, Dompu – Selain berkunjung, Pansus DPRD Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, juga berdialog dengan jajaran PT. AWB guna menindaklanjuti temuan LSM Gerilya Dompu terkait adanya dugaan pelanggaran oleh AWB yaitu tebang habis pohon di Gunung Tambora.

Dialog pada hari Selasa, 16 Juli 2019 itu dipimpin ketua Pansus Ikhwayuddin AK, bersama anggota Pansus Muhammad Iksan, H. Didi Wahyudi dan direksi PT. AWB Dedi Rahmadi, KPH resor Doroncanga, KPH Tambora Abdul Najib, S.Hut, dan Bhabinkamtibmas, yang berlangsung di kantor PT. AWB, Desa Beringin Jaya, Kecamatan Pekat.

Sementara dari unsur pemerintah Kabuoaten Dompu dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dompu  H Albuhairum, Yani Hartono, serta direktur LSM Gerilya Dompu Farid Fadli.

Dialog berjalan hangat, karena Pansus menanyakan data potensi PT AWB secara menyeluruh. Selain itu, Pansus menyebut adanya dilema penegakkan hukum, dimana dikaitkan dengan kebutuhan ekonomi rakyat Desa Doropeti, dan kurangnya penyuluhan dari pihak PT. AWB, sehingga kebanyakan tidak tahu fungsi dan keberadaan PT. AWB diwilayah Desa Doropeti.

Baca juga :   Sosialisasi Perda Nomor 10 Tahun 2017 Tentang Pengelolaan Persampahan Dinas LH Dompu 2018

Atas persoalan tersebut, Ikhwayuddin mengagendakan pemanggilan pihak AWB untuk hadir di DPRD guna menjawab permasalahan yang ditemukan.

Sedangkan direktur LSM Gerilya Dompu Farid Fadli, mengatakan, masalah yang diangkat oleh pihaknya mengenai investasi. Dimana, PT. AWB dan para pemilik IP hingga saat ini masih bermasalah. “Awal mula permasalahan PT. AWB berawal dari sistem investasi, dimana hingga saat ini belum terjawab oleh PT. AWB terkait hutang piutang,” ungkapnya.

Masalah lainnya yang ditimbulkan akibat operasional AWB adalah kondisi lingkungan hidup, karena AWB sudah merusak mata air di wilayah Kecamatan Pekat yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat. “Kami menilai AWB telah melanggar peraturan tentang hutan, kebanyakan AWB melakukan tebang habis disekitar mata air Kecamtan Pekat. Kami dari Gerilya akan tetap tegas menjaga ekosistem hutan dan ini menjadi tanggung jawab bersama,” ujar nya.

Baca juga :   Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan Hidup Kab. Dompu NTB Tahun 2018

Direksi AWB Dedi menjawab, sistem tebang habis dilakukan dengan dua cara. Namun sejak tahun 2016, pihaknya menyediakan dan menanam bibit pohon, tapi selalu saja dirusak  para pelaku illegal logging. “Kami telah menanam sebanyak 90 ribu bibit pohon, tetapi semua dihancurkan oleh pelaku illegal loging,” klaim dia.

Terkait program AWB, jajarannya memiliki program pembangkit listrik geo masa dan rencanannya akan dimulai tahun 2020. “Terkait masyarakat Desa Doropeti, sudah lama kami ingin rangkul agar bersama sama menjadi bagian dari PT. AWB dan menjadi tenaga tetap dalam perusahaan ini,” janji Dedi. (my/*).

Related Posts

You cannot copy content of this page