Minggu, November 27, 2022
Covid-19

Vaksin boster warga binaan, BIN NTB gandeng Lapas dan Rutan

EN, Mataram – Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Nusa Tenggara Barat terus berkolaborasi dengan berbagai pihak guna mempercepat target vaksinasi covid-19. Kali ini Binda NTB bekerja sama dengan Kanwil Kemenkum HAM Prov. NTB menggelar vaksinasi di sejumlah Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara pas dan di wilayah hukum NTB.

“Hari ini kami atas dukungan Kanwil Kemenkum HAM NTB menggelar vaksinasi di Lapas Perempuan Kelas III Mataram dan Lapas Kelas IIB Dompu dengan jumlah total target sasaran 264 orang,” ungkap Kabinda NTB Wara Winahya saat peninjauan vaksinasi di Lapas Perempuan Mataram, Sabtu (2/4/2022).

Vaksinasi untuk warga binaan sebagai bentuk kepedulian BIN terhadap warga yang sulit mendapatkan akses seperti masyarakat pada umumnya.

Baca juga :   Satu PDP Covid-19 di Dompu Wafat : Dari Cluster Goa, ini Riwayatnya

“Tidak ada perbedaan, semua kami berikan kemudahan untuk mendapat vaksin covid-19, termasuk bagi warga binaan di Lapas dan Rutan, karena virus ini bisa menjangkiti siapa saja, dimana saja. Jadi sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk melakukan vaksinasi kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.

Disisi lain sambung Wara, kegiatan vaksinasi dengan sasaran masyarakat umum, lansia dan anak-anak usia 6-11 tahun juga tetap digelar oleh Binda NTB di 57 titik di 6 Kab/Kota. Secara umum jumlah sasaran vaksinasi Binda NTB pada hari ini sebanyak 6.200 penerima vaksin.

“Vaksinasi booster tetap digencarkan karena saat ini menjadi syarat mudik,vjadi harus kita makimalkan,” katanya.

Wara menegaskan, vaksinasi pada saat puasa tidak membatalkan puasa. Sesuai dengan fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2021 bahwa vaksinasi saat berpuasa tidak bersifat membatalkan puasa. Oleh karena itu vaksinasi akan terus dilakukan sepanjang bulan Ramadhan.

Baca juga :   Pancasila : Simbol Kebhinekaan di Kaki Gunung Tambora

Lebih lanjut ia mengatakan, yang juga perlu dilakukan untuk menghadapi pandemi ini selain akselerasi vaksinasi yakni dikombinasikan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian, pertahanan masyarakat akan memadai dalam menghadapi serangan covid-19.

Related Posts

You cannot copy content of this page