Senin, November 28, 2022
Advertorial

Sebentar lagi RSUD Dompu membuka pelayanan cuci darah

Dompu (EDITOR News) – Kabar baik bagi masyarakat Dompu, jika selama ini mereka khususnya yang memiliki penyakit gagal ginjal harus bersusah payah ke Mataram untuk melakukan cuci darah, namun dalam waktu dekat hal itu tidak akan terjadi lagi pasalnya RSUD Dompu akan membuka pelayanan cuci darah (hemodialisa).

Rumah sakit bumi Nggahi Rawi Pahu kini bukan lagi rumah sakit yang tertinggal, hal tersebut sebagai komitmen didalam meningkatkan pelayanan berkualitas, mudah dan humanis dengan menyediakan sarana dan prasarana pelayanan yang lengkap.

 

Kenapa harus pelayanan hemodialisa

Ditemui media ini di kantornya, direktur RSUD Dompu Diaz Indarko menuturkan, rumah sakit tahun ini menargetkan ada pelayanan baru yaitu pelayanan cuci darah, pelayanan tersebut sangat berguna membantu orang-orang yang memerlukan.

Jika selama ini mereka yang membutuhkan pelayanan cuci darah harus melakukannya di rumah sakit Mataram sehingga mereka harus tinggal disana karena cuci darah itu merupakan suatu kegiatan yang rutin dilakukan, bisa dua kali atau tiga kali seminggu tergantung keparahannya. “Kalau telat, aduh gak karu-karuan pokoknya jadi fatal lah, sehingga mau nggak mau orang yang sudah mengalami harus ditangani tepat waktu. Cuci darah ini akibat dari gagal ginjal, ginjalnya ada masalah maka harus dilakukan cuci darah, sehingga orang yang mengalami sakit itu harus tinggal di Mataram. Kan kasihan ninggalin keluarga, ninggalin pekerjaan dan segala macam,” ucap dia, Rabu (13/04/2022).

Baca juga :   Sekertaris Inspektorat Janji Tindak Tegas Oknum Pemeriksa Yang Bermain

Namun sekarang, dengan adanya alat cuci darah di RSUD Dompu, maka masyarakat Dompu akan merasakan manfaat lebih besar dari segi efisiensi biaya dan waktu, artinya khusus orang-orang Dompu dan sekitarnya kalau mereka mencuci darah di RSUD Dompu mereka tidak perlu tidur di rumah sakit. “Nggak perlu nginap lagi di rumah sakit ko, mereka datang cuci darah kalau sudah selesai mereka tinggal pulang untuk kerja seperti biasa. Cuman rutin 2 kali seminggu atau 3 kali seminggu melakukan proses cuci darah,” jelasnya.

 

Sistem kerjasama yang menguntungkan

Penyediaan alat cuci darah terang Diaz pihaknya bermitra dengan vendor tertentu yang sudah berpengalaman dimana alatnya dipinjamkan oleh mereka dan rumah sakit yang mengoperasikan. Kalau ada kerusakan mereka yang akan memperbaikinya atau bahkan menggantinya, sehingga tidak akan menyedot kas rumah sakit untuk biaya perawatan. Sistem kerjasama ini menggunakan sistem kontrak tapi bukan kontrak tahunan mengingat investasinya tinggi. Dan pengalaman mereka lanjutnya tidak diragukan lagi karena salah satu mitra vendor sudah ada yang beroperasi di Sumbawa dan bulan ini sudah mulai jalan.

“Mereka (vendor, red) yang merenovasi bangunannya dan menyediakan alat-alatnya. Memang rumah sakit ada kewajiban seperti menyediakan TV, menyediakan AC, dan menyediakan meja untuk dokternya,” tutur Diaz.

Baca juga :   Peningkatan mutu pendidikan Kabupaten Dompu 2022

Diaz menyambung, dalam perjanjian mereka menyediakan 20 unit bed (tempat ridur) namun untuk tahun pertama disediakan 5 tempat tidur, dimana 4 bed untuk operasional dan 1 bed cadangan.

Terkait pendapatan dari pelayanan cuci darah jelas Diaz, murni pendapatan rumah sakit sedangkan pihak penyedia alat hanya mendapatkan dari pembelian barang. “Jadi gini, kan cuci darah itu ada cairan yang digunakan, nah kita membeli cairan sama mereka tapi di kita tetap ada untung,” paparnya.

 

Persiapan sarana dan perijinan

Diungkapkan, persiapan bangunan saat ini sudah mencapai 90 persen dalam tahap renovasi oleh pihak penyedia alat dan tenaganya sudah dilatih oleh mereka kemarin yakni 2 orang dokter (dokter spesialis penyakit dalam dan dokter umum) dan 2 orang perawat. “Ini masih kurang, kemungkinan akan saya tambah lagi,” janjinya.

Mengingat keberadaan pelayanan cuci darah harus mendapat ijin dari Jakarta, maka pengurusannya setelah selesai perbaikan gedung dan alat sudah terpasang. “Syarat mengajukan ijin harus menyelesaikan dulu bangunan dan kesiapan alatnya, dan saya targetkan ijinnya mungkin dua bulan,” janji dokter yang sudah dua kali menjabat direktur itu.

Mengakhiri keterangannya, segala langkah mewujudkan pelayanan cuci darah sejauh ini belum ada kendala yang dihadapi. “Pertengahan tahunlah, mungkin Agustus sudah mulai berjalan,” tandas dia. (*).

Related Posts

You cannot copy content of this page