Jumat, Oktober 7, 2022
Kabar Hukum

Gara gara ‘profesor’ porang, pemilik akun facebook Alwi Bofteim dipolisikan

Editor, Dompu – Diduga kuat melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Hamzah Abdurrahman Sallum, anggota Niaga Group di Facebook, pemilik akun Alwi Bofteim dilaporkan ke Polres Dompu, Rabu, 4 November 2020.

Usai melaporkan, Hamzah menceritakan, tadi malam dia (Alwi Bofteim) membuat status di beranda facebooknya dengan menulis “Hey professor, setelah kami telusuri di daftar nama nama profesor yang terdaftar dalam Kemedikti bahwa anda sebenarnya tidak termasuk dalam kategori profesor dibidang tanaman porang yang bernama Hamzah Abdurrahman Sallum”.

“Setelah kami telusuri ternyata anda hanya kuli/pengepul”

“Sorry, anda tidak terdaftar”

Tulisan bernada menghina dan mencemarkan nama baik itu diakhiri dengan hastag penipu (#penipu). 
 
Soal profesor porang, Hamzah mengaku bingung karena selama ini dirinya tidak pernah mengklaim sebagai profesor porang.

Munculnya istilah profesor porang diceritakan Hamzah berawal dari unggahan status teman facebooknya pada tanggal 23 Oktober 2020 dan mengupload fato bareng dengan dirinya. Dalam statusnya itu disebutkan professor porang Hamzah Abdurrahman Sallum.

“Dari unggahan status Alwi Bofteim tersebut, artinya dia mengklaim bahwa saya pernah mengklaim diri saya profesor porang, dan dia menuding saya penipu, padahal saya tidak pernah mengklaim diri saya professor porang,” ucap Hamzah.

Baca juga :   Kapolda NTB : Situasi Kamtibmas Kondusif Menjelang Pilgub

“Inikan pencemaran nama baik, luar biasa ini, termasuk penghinaan,” katanya lagi.

Perihal unggahan staus Alwi Bofteim tersebut, pada Selasa malam tanggal 3 Oktober 2020, Hamzah sudah berupaya melakukan pendekatan secara kekeluargaan melalui pesan messenger. Karena sesama Muslim, supaya bisa saling memaafkan dan tidak menunjukan arogansi. Namun niat baik tersebut dibalas perlawanan.

“Makanya saya inbox dia untuk segera meminta maaf dan memperbaiki nama baik saya, tanggapan dia justru menantang. Dia malah bilang silahkan saja melaporkan, saya tunggu atau anda yang tunggu saya di Kepolisian besok,” cerita Hamzah mengulang kembali pesan messenger Alwi Bofteim.

Pelapor menuturkan, dia tidak ada hubungan pertemanan dengan Alwi Bofteim dan tidak berteman di fb. “Saya tidak kenal orangnya, tapi yang kenal ipar saya,”.

Dasar munculnya persoalan tersebut Hamzah mengaku tidak mengerti. “Dia mengklaim seperti itu saya tidak tahu, apa ada sakit hati atau unsur-unsur yang lain saya tidak tahu. Sebelumnya kita tidak ada permusuhan, bahkan tidak pernah saling mengenal,”.

Namun, ulah penghinaan terhadap dirinya kemungkinan besar ada kaitannya dengan Pilkada. Karena terang Hamzah, mungkin dia (Alwi Bofteim) merasa kata-kata profesor porang itu buat dia risau.

Baca juga :   Setelah sebulan lebih buron, DPO Polres Kota Mataram akhirnya tertangkap oleh Kapolsek Pekat dan anggota

Hamzah mengaku, kalau tanaman porang sudah satu tahun disosialisasikan secara pribadi, bahkan sudah dijalani. Dan ada percontohannya dibelakang terminal ginte. “Saya tanam satu hektar, dan sudah berhasil. Tapi memang karena masyarakat belum mengenal, saya harus bekerja lebih keras. Tentunya saya melihat siapa pemimpin yang memang bisa menyalurkan ide saya untuk membangkitkan perekonomian petani,” kata dia.

Diungkapkan, pemilik akun Alwi Bofteim dilaporkan dengan UU ITE, dimana unggahan statusnya berisi penghinaan dan pencemaran nama baik. “Laporan saya harus dituntaskan sampai ke Pengadilan,” harap Hamzah.

Ilham Yahyu dari LSM yang mendampingi Hamzah mengatakan bahwa status facebook Alwi Bofteim sudah mengganggu psikis keluarga, dan jaringan usaha lebih khusus kepada petani, karena saat ini pihaknya lagi sosialisasi untuk meyakinkan masyarakat terhadap komoditi yang dibawa yang diyakini mampu lebih mensejahterakan petani.

“Polisi bekerja secara professional sehingga kasus ini sampai ke meja hijau,” tuntut Ilham.

Terlihat penyidik di unit pidana umum langsung mengambil keterangan awal terhadap Hamzah selaku pelapor.

Related Posts

You cannot copy content of this page