Dompu [EDITOR I News] – Peringati hari ulang tahun Bhayangkara ke-80 tahun 2026 yang jatuh pada tanggal 1 Juli, Kepolisian Resor Dompu, Nusa Tenggara Barat menggandeng Unit Pengelola Darah (UPD) RSUD Dompu mengadakan kegiatan donor darah.
Bakti kesehatan itu dipusatkan di aula Polres pada hari Selasa (23/6), di bawah koordinator seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres.
Seperti biasa sebelum pengambilan darah, calon pendonor menjalani skrining kesehatan awal untuk memastikan kondisi kesehatan, layak atau tidaknya mendonorkan darahnya.
Skrining donor darah adalah serangkaian pemeriksaan dan uji saring terhadap calon pendonor dan darah yang didonorkan untuk memastikan keamanan, baik bagi pendonor maupun penerima (pasien). Meliputi, pemeriksaan kondisi umum dan pengecekan tekanan darah guna memastikan kelayakan sebagai pendonor sesuai standar medis.
Dari 80 peserta donor, 70 orang dinyatakan layak donor. Sementara 10 orang dinyatakan belum memenuhi syarat setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan.
Kasidokkes Polres Dompu AIPTU Muslihin mengatakan, kegiatan donor darah merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Melalui donor darah, Polres Dompu berharap dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah di RSUD Dompu untuk memenuhi kebutuhan pasien yang memerlukan transfusi darah, serta memperkuat sinergi antara Polri, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan kemanusiaan yang berkelanjutan.
Humas RSUD Dompu, Iradat menyampaikan, donor darah oleh jajaran Polres Dompu membantu bertambahnya ketersediaan darah untuk pasien di rumah sakit.
Diakuinya, kebutuhan darah untuk pasien selama ini relatif cukup banyak. Walau demikian, manajemen RSUD masih bisa memenuhinya karena persediaan tetap ada.
“Donor darah seperri ini sangat membantu suplai darah buat kami,” terang Iradat, terpisah.
Terakhir ia menambahkan, manajemen RSUD dari waktu ke waktu selalu berbenah dalam memperbaiki pelayanan. Pembenahan dimaksud mencakup sumber daya manusia serta sarana dan prasarana.
“Misalnya di UPD, kami terus memperbarui perangkat kerja kesehatan yang lebih modern supaya pelayanan kami bisa optimal,” pungkas Iradat.









