EDITOR I News
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Politik
  • Pemerintahan
    • Eksekutif
    • Legislatif
    • Yudikatif
  • Korupsi
  • Liputan Mendalam
  • Demokrasi
    • Pemilu
    • Pilgub
    • Pilkada
  • Karangan Khas
  • Viral
  • Tren
  • Home
  • News
  • Politik
  • Pemerintahan
    • Eksekutif
    • Legislatif
    • Yudikatif
  • Korupsi
  • Liputan Mendalam
  • Demokrasi
    • Pemilu
    • Pilgub
    • Pilkada
  • Karangan Khas
  • Viral
  • Tren
No Result
View All Result
EDITOR I News
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Korupsi
  • Liputan Mendalam
  • Demokrasi
  • Karangan Khas
  • Viral
  • Tren
Home Kolom & Opini

Prof Sofian Effendi Cabut Komentar Tentang Ijazah Jokowi, Persepsi Palsu Malah Makin Kuat

18 Juli 2025
in Kolom & Opini
0 0
0
đź“· Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Sofian Effendi (Tengah) bersama Pakar Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar (kiri). (Inilah.com).

đź“· Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Sofian Effendi (Tengah) bersama Pakar Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar (kiri). (Inilah.com).

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Asyari Usman*

 

 

Lama saya absen menulis. Tapi yang ini sangat menggelitik. Akhirnya ambil lagi keypad. Hehe.

Dhuaaar! Tak sampai 30 jam mengkonfirmasi kepalsuan ijazah bekas Presiden Joko Widodo (Jokowi), mantan rektor UGM Prof Sofian Effendi membuat pernyataan tertulis yang mencabut semua perkataannya terkait ijazah Jokowi dalam obrolan bebas dengan pakar digital firensic, Dr Rismon Sianipar, beberapa hari yang lalu. Tak jelas apakah pernyataan Prof Sofian itu memang dia yang membuatnya atau dibuatkan oleh orang lain.

Kita anggap saja dulu dibuat sendiri oleh Pak Sofian. Dan dari anggapan ini kita lihat apa-apa saja dampak pencabutan komentar Pak Sofian itu.

Pertanyaan pertama: apakah pencabutan komentar ini akan otomatis meniadakan semua penjelasan Pak Sofian tentang ijazah palsu Jokowi? Jawabannya: tidak. Sama sekali tidak.

Mengapa? Pertama, kredibilitas penjelasan Prof Sofian Effendi tentang riwayat kuliah dan ijazah Jokowi itu utuh 100 persen. Tidak terganggu oleh pencabutan tersebut. Publik telah mencernanya dengan santai, sesantai Prof Sofian menguraikannya kepada Rismon.

Baca juga :   Harus Diakui, Muka Tembok Buzzer Jokowi Sangat Terlatih

Prof Sofian bukan orang biasa. Dia mantan rektor UGM. Dan dia telah lebih dulu mengumpulkan informasi dari para guru besar Fakultas Kehutanan UGM tentang riwayat kuliah dan ijazah Jokowi. Prof Sofian juga sempat mengamati dan merekam suasana akar rumput UGM yang menunjukkan bahwa pimpinan kampus melakukan pembohongan.

Jadi, pernyataan pencabutan tidak berdampak negatif terhadap penjelasan Pak Sofian tentang riwayat kuliah dan ijazah UGM Jokowi. Bahkan, pencabutan itu memperkuat kredibilitas penjelasan Pak Sofian bahwa ijazah Jokowi palsu. Dan memperkuat pula keseluruhan argumentasi Dr Rismon, Dr Roy Suryo, Dr Tifauziah Tyassuma, Rizal Fadillah, dan kawan-kawan, yang konsisten mengatakan bahwa, berdasarkan berbagai data dan penelitian, ijazah UGM Jokowi palsu.

Baca juga :   Firli Bahuri Tersangka, Akhirnya Dia Kena Batunya Juga

Kedua, pihak yang meminta Prof Sofian membuat pernyataan itu sesungguhnya terjebak, atau mungkin juga dijebak, oleh obrolan yang direkam Rismon. Dengan keluarnya surat pencabutan tersebut, publik menjadi lebih paham bahwa pihak Jokowi sangat cemas kalau ada orang UGM selevel Pak Sofian ikut berkomentar sumbang. Dalam hal ini, Dr Rismon mampu mempermainkan pihak Jokowi agar kelihatan semakin panik. Dan memperkuat persepsi bahwa Jokowi akan melakukan segala cara untuk kepentingan dirinya.

Ketiga, sekarang ini beban moral Jokowi semakin berat akibat komentar Prof Sofian yang dicabut itu. Ini kalau Jokowi paham. Kalau dia tidak mengerti atau tidak mau tahu, bisa saja Jokowi merasa “menang” setelah Prof Sofian membuat surat pernyataan yang disertai permintaan maaf itu.

Page 1 of 2
12Next
Tags: Dr Tifauziah Tyassumaijazah palsuJokowiProfesor Sofian EffendiRismon SianiparRizal FadillahRoy Suryo
ShareTweetSend

Related Posts

Iran: Presisi, Cerdas, Kuat
Kolom & Opini

Iran: Presisi, Cerdas, Kuat

7 April 2026
Menko Pratikno Lecehkan Prabowo
Kolom & Opini

Menko Pratikno Lecehkan Prabowo

2 Januari 2026
Publik Dipaksa Curiga, Logika Awam Diuji oleh Aturan KPU
Kolom & Opini

Publik Dipaksa Curiga, Logika Awam Diuji oleh Aturan KPU

16 September 2025

Berita Rekomendasi

Wakili Polda NTB, Pos Kamling RT. 07 Kelurahan Potu melenggang ke tingkat nasional
Berita Utama

Wakili Polda NTB, Pos Kamling RT. 07 Kelurahan Potu melenggang ke tingkat nasional

11 Mei 2026

Madhar terpilih jadi Kades Katua PAW

Madhar terpilih jadi Kades Katua PAW

21 Mei 2026
RSUD Dompu dan RSUD Manggelewa sepakati pelayanan darah yang aman

RSUD Dompu dan RSUD Manggelewa sepakati pelayanan darah yang aman

3 Juni 2026
Eselon II dilelang, Pemkab Dompu mulai buka pendaftaran

Eselon II dilelang, Pemkab Dompu mulai buka pendaftaran

6 Mei 2026

Populer

  • Baznas Dompu distribusikan bantuan 1 miliar lebih

    Baznas Dompu distribusikan bantuan 1 miliar lebih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Madhar terpilih jadi Kades Katua PAW

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wakili Polda NTB, Pos Kamling RT. 07 Kelurahan Potu melenggang ke tingkat nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eselon II dilelang, Pemkab Dompu mulai buka pendaftaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacuan Kuda Ren Teratur sukses, Bupati Dompu sangat mengapresiasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Hadir sejak tahun 2017. Menjawab tuntutan kebutuhan informasi masyarakat.

Pedoman Media Siber

Mengenai EDITOR | News

Karir

Beriklan

© 2022 Copyright Editor.co.id - Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Pembangunan
  • Headline
  • Kolom & Opini
  • Kabar Hukum
  • Pilkada
  • Eksekutif
  • Advertorial
  • Traveling

© 2022 Copyrights Editor.co.id. Hak Cipta Dilindungi Undang-undang.