Dompu [EDITOR I News] – Kabupaten Dompu dikenal sebagai salah satu daerah penyanggah pangan nasional di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Namun, hal tak luput dari tantangan, salah satunya yakni minimnya regenerasi petani, terutama dari alumni perguruan tinggi.
Praktisi Pertanian Kabupaten Dompu, Johansyah mengungkapkan bahwa minimnya minat generasi milenial untuk terjun ke sektor pertanian menjadi tantangan besar.
“Dompu sejak dulu surplus pangan, tapi kalau regenerasi tidak berjalan, peran sebagai penyanggah pangan nasional bisa hilang,” ungkapnya, Selasa (23/9/2025).
Keterlibatan generasi muda sangat penting untuk menghidupkan kembali gairah pertanian di Dompu. Apalagi dengan potensi sumber daya manusia yang dimiliki saat ini.
Menurutnya, ada banyak sarjana pertanian di wilayah ini yang seharusnya bisa memberikan terobosan dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki.
“Harus ada kebijakan strategis agar kaum milenial mau turun ke sawah. Dengan pemahaman teknologi serta semangat inovasi, generasi muda dipercaya bisa mengubah wajah pertanian Dompu menjadi lebih maju,” jelasnya.
Sejak tahun 2010, mekanisasi pertanian mulai masuk ke Dompu dan memberi kemudahan bagi petani beralih dari sistem konvensional ke pertanian modern.
“Jika hal ini dikombinasikan dengan keterlibatan generasi milenial, produksi pangan Dompu tidak hanya tetap surplus, tetapi juga dapat meningkat secara signifikan,” pungkasnya. (/*).









