Dompu [EDITOR I News] – Pertanian masih menjadi penyangga utama perekonomian masyarakat di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, sektor ini berkontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), persentasenya mencapai 39,64 persen.
Meski punya kontribusi besar, sektor ini dinilai belum sepenuhnya mampu menurunkan angka kemiskinan, yang mana saat ini tercatat 11,91 persen.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dompu, Syahrul Ramadhan menegaskan, pengentasan kemiskinan harus ditempuh dengan peningkatan pendapatan petani.
Untuk itu, pihaknya tengah merancang Peraturan Bupati (Perbup) yang lebih fokus pada strategi peningkatan kesejahteraan petani.
“Perbup ini merupakan langkah fundamental. Tujuannya meningkatkan pendapatan petani, sehingga berdampak pada penurunan angka kemiskinan,” katanya, Rabu (1/10/2025).
Regulasi ini dinilai selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin kedua dan keenam, yakni memantapkan ketahanan nasional dengan mendorong swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan biru, serta membangun dari desa.
“Salah satu langkah strategis yang sedang disiapkan adalah pemberian subsidi benih jagung berkualitas dengan harga terjangkau,” kata Syahrul. (/*).









