Dompu [EDITOR I News] – Dalam berbagai riset, lebih dari 60% kesalahan laboratorium terjadi pada tahap pra analitik. Sebagian besarnya berkaitan dengan teknik pengambilan dan penanganan serta transport spesimen yang tidak sesuai standar.
Hasil riset di atas tidak boleh terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu, Nusa Tenggara Barat, karena akibatnya sangat fatal bagi pasien.
Oleh karenanya, RSUD Dompu melaksanakan kegiatan In House Training (Pelatihan Internal) khusus petugas laboratorium dan UTD RSUD, pada Sabtu (6/12) bertempat di Aula RSUD Dompu.
Langkah inovasi yang sukses digelar ini tujuannya jelas direktur RSUD Dompu, Fitratul Ramadhan, guna meningkatkan pengetahuan, produktivitas, dan keterampilan petugas untuk mencapai kompetensi pra analitik pada pengambilan dan penanganan spesimen laboratorium patologi klinik dan mikrobiologi klinik di lingkungan RSUD Dompu.
Apalagi ia menambahkan, kemajuan teknologi dan tuntutan kebutuhan adalah sebuah keniscayaan. Sehingga mau tidak mau peningkatan kemampuan, mengupgrade pengetahuan, serta memperluas wawasan petugas merupakan suatu keharusan.
“Training ini merupakan ihtiar manajemen RSUD dalam meningkatkan kompetensi petugas supaya mereka bisa bekerja lebih profesional. Dengan sendirinya, kualitas pelayanan rumah sakit akan meningkat dan atau jauh lebih baik,” ucapnya.

“Jika kualitas pelayanan kami lebih baik, itu artinya semata-mata untuk pasien,” imbuh dokter spesialis paru tersebut.
Dia mengungkapkan, kesalahan pada tahap pra analitik dapat menurunkan kualitas hasil pemeriksaan laboratorium, meningkatkan resiko infeksi silang serta berdampak langsung terhadap keselamatan pasien.
Sedangkan, hampir semua jenis penyakit memerlukan pemeriksaan laboratorium. Sakit batuk pun bisa dilakukan pemeriksaan laboratorium kalau batuknya parah. Ini untuk melihat infeksinya, sambung dia lagi.
Terakhir disampaikan, pelatihan dimaksud atas inisiatif unit laboratorium dan manajemen RSUD melalui seksi pendidikan dan pelatihan, bidang pengembangan SDM, RSUD Dompu.
Pemateri utama kegiatan adalah dua dokter spesialis, yakni spesialis Mikrobiologi Klinik, St. Suwarni dan spesialis Patologi Klinik, Feby Farah Wahibah. Keduanya merupakan dokter penanggung jawab pelayanan yang bertugas di laboratorium dan unit transfusi darah (UTD), RSUD Dompu.
Acara tersebut diikuti sekitar 50 peserta dari lingkup fungsional dan struktural RSUD Dompu.









