Dompu [EDITOR I News] – Setetes darah yang kita berikan adalah etalase sejuta harapan bagi mereka yang membutuhkan, karena transfusi darah salah satu komponen penting di dalam pelayanan kesehatan.
Berangkat dari pemahaman itulah, Kepala Kejaksaan Negeri Dompu, Nusa Tenggara Barat, Lusiana Bida, Kamis (18/6) berinisiatif mendonorkan darahnya secara sukarela di Unit Pengelola Darah (UPD) RSUD Dompu.
Didampingi direktur RSUD dan kepala DPMPD Dompu, Arif Hidayatullah, Kajari Lusi bersama jajaran mendatangi ruang pelayanan transfusi UPD RSUD guna menyumbangkan darahnya.
Aksi donor darah secara sukarela oleh Kajari Dompu merupakan wujud komitmen sosial yang tinggi institusi kejaksaan, sekaligus memantik kesadaran kolektif semua elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama.
Lusiana Bida melalui humas kejaksaan, Danny Curia Novitawan mengatakan, donor darah kepala Kejari adalah bentuk kepedulian sosial dan kontribusi nyata dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, ini juga menjadi sarana mempererat sinergi dan kolaborasi antar instansi dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat Dompu.
“Secara tidak langsung kami mensupport stok darah RSUD agar tetap ada, supaya pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ucap Danny.
Direktur RSUD, Fitratul Ramadhan menyampaikan terima kasih, karena apa yang dilakukan oleh kajari bisa menjadi contoh bagi yang lain. Kajari Dompu menjadi pahlawan kemanusiaan, sambungnya.
“Semoga yang dicontohkan oleh ibu kajari dapat menginspirasi seluruh lapisan masyarakat untuk rutin mendonorkan darahnya,” ajak Fitratul.
“Mari jadikan donor darah sebagai budaya mulia yang terus dilestarikan di Dompu, dan sifat humanis perlu kita bangun bersama tanpa melihat latar belakang, karena nilai kemanusiaan itu tanpa sekat,” ujar direktur lagi.
Terakhir dokter Fit menambahkan, pihaknya terus melakukan pembenahan di semua lini pelayanan, namun perlu daya dukung semua elemen agar pelayanan bisa optimal.
Humas RSUD, Iradat mengakui, donor sukarela yang dicontohkan oleh kajari sangat penting karena dapat menambah stok darah.
“Ini mencerminkan empati dan pengabdian kepada masyarakat yang dijunjung tinggi oleh kejaksaan,” cetusnya.
Iradat mengungkapkan, pihaknya terkadang mengalami keterbatasan darah mengingat stok darah yang tersedia sering kali tidak dapat memenuhi jumlah permintaan. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa kondisi itu tidak mengganggu pelayanan darah.








