Dompu [EDITOR I News] – Masjid Agung Baiturrahman, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mulai bersolek.
Apalagi menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H tahun ini, Masjid Raya sekarang lebih terang benderang.
Di setiap sudut halaman Masjid, di emperan, toilet, dan tempat mengambil air wudhu semua bohlam diganti yang baru.

Awalnya tempat-tempat di atas masih redup, tapi sekarang kian bersinar.
Wajah masjid kabupaten terlihat makin semarak apalagi di malam hari akibat pancaran lampu yang menerangi di semua sisi.
Para jama’ah sholat pun merasa aman dan nyaman karena tampilan masjid berbalut sinar lampu berkilau terang.

Di balik pantulan cahaya lampu pijar tersebut, siapa sangka kontribusi datang dari orang baik.
Dia Emansyah, tak muluk-muluk menyusun rencana. Nalurinya langsung bergerak memainkan peran saat melihat kondisi Masjid, dan dibantu oleh Andriansyah sehingga segala urusan tuntas semuanya.
Keduanya bukan pengurus Masjid melainkan hanya jama’ah sholat yang peduli terhadap kondisi Masjid Agung Baiturrahman.
Untuk menerangi tempat ibadah kaum muslimin tersebut, si janggut pirang tidak meminta biaya sepeserpun dari pengurus masjid apalagi mengandalkan anggaran dari pemerintah.

Colombus akrab disapa, menghimpun dana serta bantuan dari para hamba Allah. Diantara mereka ada yang menyumbang bola lampu, memberikan kabel, bahkan ada yang merogoh kocek untuk kebutuhan pembelian bohlam, kap lampu dan biaya pemasangan oleh tukang.
Tangannya berhasil mengubah suasana Masjid Raya kebanggaan masyarakat Dompu jadi lebih hidup, menghadirkan suasana baru.

Perangainya memang keras seperti sahabat Umar Ibnu Khatab. Namun ketika urusan Agama dan Masjid, jangan disangsikan ketulusannya.
Colombus adalah pribadi yang bisa dicontoh. Dia bertransformasi menjadi seorang muslim yang lebih taat, tawadu, serta memiliki empati lebih besar usai menapaki jalan hijrah.









